Social Engineering

1.    Latar Belakang
       Social Engineering adalah teknik atau cara untuk membuat orang atau pengguna dari sebuah sistem untuk mendapatkan segala hal atau apa saja yang berkaitan dengan sistem keamanan dalam dunia teknologi khususnya yang berkaitan dengan  IT, di mana kemudian dari informasi yang diperoleh tersebut, dipakai untuk tujuan mengakses secara illegal dan melakukan hal-hal yang sifatnya merugikan. 
Teknik  atau cara yang dilakukan oleh orang yang menggunakan Social Engineering adalah mencari dan menemukan titik lemah dari sisi orang atau manusia yang menjalankan atau mengatur serta mengawasi sistem pengaman dalam dunia IT tersebut sehingga bisa mendapatkan celah atau kelemahan, dengan kelemahan dan celah pada sisi social tersebut, sang pelaku lalu mencoba menembus atau merusak sistem pengaman dari  IT sistem.
Teknik yang digunakan dalam social engineering sama sekali tidak menggunakan teknik konvensional dengan kemampuan menguasai bahasa programming tingkat tinggi tapi harus bisa menganalisa seseorang dari sudut pandang social dan hal-hal yang sifatnya non teknis.

2.    Tujuan dan sasaran Social Engineering 
Tujuan Utama dari Social Engineering adalah menggakses ke dalam sistem IT yang terlindungi oleh sistem pengaman dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan dan bahkan melanggar hukum.  Sasaran dari Social Enggineering sangat beragam, mulai dari mengakses email account seseorang sampai mendapatkan akses kepada data-data pribadi sesorang yang sangat penting seperti user id dan password perbankan online seseorang.  

3.      Cara dan teknik melakukan serangan
Teknik untuk melakukan social engineering bisa dibagi ke dalam dua cara yaitu secara fisik dan secara psikologi. Untuk teknik social engineering secara fisik bisa dilakukan dengan mendatangi tempat kerja, melakukan hubungan telepon, memeriksa dari hasil sampah (mengambil sampah orang lain bukan merupakan pelanggaran hukum) atau dengan koneksi Internet. Bila attacker memilih mendatangi tempat kerja, dia cukup memasuki perusahaan sasaran dengan berpura-pura menjadi konsultan, pegawai operasional, atau siapa pun yang berhak memasuki perusahaan tersebut. Selanjutnya dia bisa memasuki ruang-ruang seperti pada cerita di atas, atau cukup duduk dan menunggu sampai ada pegawai yang secara ceroboh menuliskan atau membicarakan password atau informasi penting lainnya di depannya.

a.            Social Engineering dengan melakukan hubungan telepon
Yang paling sering terjadi adalah teknik ini. Dengan melakukan sedikit trik seorang attacker yang berpengalaman akan mampu membuat pegawai yang menerima telepon mengucapkan username maupun passwordnya atau informasi lainnya yang dibutuhkan attacker.
Biasanya pegawai yang bertugas seperti bagian informasi atau customer service yang akan dihubungi karena selain mereka memang dilatih untuk selalu bersikap ramah dan memberikan informasi kepada penelpon. Mereka biasanya hanya mendapatkan sedikit pelatihan mengenai masalah teknik sehingga kurang mengerti bagaimana mengamankan informasi yang penting bagi keamanan perusahaan. Mereka akan selalu berusaha memberikan informasi yang diminta penelpon secepat mungkin agar bisa segera menerima penelpon berikutnya tanpa sempat memikirkan apa yang dapat dilakukan oleh penelpon dengan informasi yang telah diberikannya.
Dari mereka biasanya attacker mendapatkan informasi yang diinginkannya dengan mudah. Bisa juga dengan langsung menelpon ke admin. Misalnya setelah seorang attacker mempelajari suatu perusahaan yang menjadi sasarannya, dia akan menelpon ke admin dengan mengaku sebagai pegawai yang ada di perusahaan tersebut. Karena dia telah mempelajari, bisa saja dia mengaku sebagai pegawai A yang menempati ruang kantor sebelah B di urutan meja ke X. Setelah merasa admin bisa diperdaya, dia akan mengatakan ,”Buku catatan kecil saya yang berisikan catatan password tertinggal di meja sehingga saya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan saya dari rumah. Bisakah anda mengambilkan untuk saya ?” Seorang admin tentunya terlalu sibuk untuk dapat mengambilkan buku catatan seseorang, dan karena dia telah merasa yakin penelpon adalah pekerja di situ, dia cukup membuka database dan memberitahukan password ke penelpon.

b.           Dumpster Diving
Dumpster diving atau juga disebut trashing adalah teknik populer lainnya, yaitu attacker
mengumpulkan informasi dengan memeriksa sampah perusahaan sasaran. Ada banyak yang bisa didapatkan seorang hacker dari sampah perusahaan selama sampah itu tidak berupa makanan busuk. Buku telepon akan memberikan petunjuk nama dan nomer orang-orang yang bisa dihubungi, kalender menunjukkan pekerja mana saja yang akan bertugas keluar kota pada saat tertentu, catatan kerja harian bisa dipelajari untuk dicari kelemahannya, dan sebagainya.

c.            Koneksi Internet
Ketika seorang pekerja sedang melakukan koneksi Internet, tiba-tiba sebuah pop-up window keluar dan mengatakan bahwa koneksinya terputus dan untuk itu dia harus kembali menuliskan username dan passwordnya. Tanpa curiga pekerja tadi akan melakukannya dan semudah itu attacker mendapatkan informasi.
Sebuah kesalahan yang sering dilakukan adalah orang cenderung untuk menggunakan password yang sama untuk berbagai layanan yang dimilikinya, misalnya untuk e-mail, messenger, ATM, dan sebagainya. Akibatnya begitu seorang attacker berhasil mendapatkan password tadi, dia akan bisa memasuki semua layanan yang tersedia untuk orang tadi.
Pengiriman e-mail juga sering dilakukan karena e-mail bisa membawa berbagai virus dan trojan. Misalnya dengan memberitahukan bahwa attachment file yang disertakan di e-mail merupakan patch sistem operasi yang harus segera dijalankan. User mungkin merasa ini bukan hal yang perlu dilakukan verifikasi terlebih dahulu karena merasa e-mail itu berasal dari vendor sistem operasi yang digunakan. Selanjutnya dengan satu langkah klik user telah berhasil menanamkan trojan (meskipun tidak sengaja) yang siap membuka jalan untuk serangan.
Pada intinya dengan bekal pengetahuan dan pemahaman tentang keamanan jaringan yang kurang, manusia sebagai user bisa melakukan berbagai tindakan yang membahayakan keamanan jaringan dan secara tidak langsung membantu attacker untuk menyusup ke dalamnya.

d.             Pendekatan Psikologi
Selain cara-cara di atas, seorang attacker bisa menggunakan langkah-langkah psikologis untuk mendapatkan informasi, yaitu dengan mengadakan sebuah ikatan emosional dalam tujuan mendapatkan kepercayaan. Atau seperti yang pernah Kevin Mitnick ucapkan, "That is the whole idea: to create a sense of trust and then exploiting it." Misalnya dengan menjalin suatu hubungan dengan orang dalam, sebagai contoh dengan memacari sekretaris dari pemimpinperusahaan. Dia lalu akan memberikan kesan sebagai orang yang bisa dipercaya dan lambat tapi pasti tidak hanya si sekretaris, tapi setiap rahasia perusahaan pun akan berada di tangannya.
Attacker bisa melakukan berbagai hal untuk sekedar menarik simpati atau menjalin hubungan dengan orang-orang yang dianggap bisa menjadi jalan untuk mencapai tujuannya dan memang pada dasarnya seni dari social engineering adalah bagaimana seorang attacker bisa mendapatkan kepercayaan dari pihak korban.

4.    Bagaimana cara kerja dari social engineering
       Berbagai macam cara dikembangkan untuk mendapatkan informasi rahasia seseorang terkait dengan proses autentifikasi, antara lain:

a.   Membuat semacam kegitaan dengan scenario yang bersifat mengelabui korban dengan membuat semacam kegiatan yang mengharuskan calon korban memasukkan atau memberikan informasi penting seperti tanggal lahir dan juga informasi lainnya yang bisa dipakai sebagai petunjuk yang bisa mengarahkan kepada password atau pin dari si calon korban.

b.      Mengirimkan pesan email atau sms kepada calon korban yang isinya berupa informasi atau pemberitahuan yang sifatnya bombastis dan mengejutkan serta menggoda calon korbannya untuk tidak segan-segan memberikan semua segala informasi yang sifatnya amat sangat rahasia.

5.    Contoh Social Engineering yang sering kita temukan

  • Mama, ini adek kena tilang di jalan x, tolong kirimkan uang 100 rb ke rekening ****7856 
  • Nak, tolong isikan pulsa mama 20rb sekarang ya
  • Menggunakan pishing (menyamar dengan situs yang mirip) agar bisa mendapatkan acount orang lain. setelah mendapatkan acount tersebut sipenipu akan membajak acount tersebut dan mengganti passwordnya agar si pemilik tidak bisa membuka acount tersebut. bisa jadi sipembajak melakukan penipuan ataupun mencemarkan nama baik sipemilik acount.

6.    Bagaimana Cara Menghindarkan Diri dari Serangan Social Engineering
Serangan pada sistem pengaman IT dengan cara social engineering disebabkan tidak saja oleh karena kesalahan sang pengguna tapi juga disebabkan oleh kelengahan dari sisi penyedia sistem itu sendiri. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan dini yang dapat kita lakukan agar terhindar dari serangan social engineering:

a.       Jangan pernah memberikan informasi rahasia anda kepada siapapun. 
Saya tidak pernah memasukan atau mendaftarkan informasi penting  dan rahasia kepada setiap pendaftaraan user id pada internet.  Salah satu bank swasta di mana saya terdaftar sebagai nasabah tidak pernah meminta informasi terkait tanggal lahir dan info penting lainnya pada saat saya mendaftarkan internet banking, hal ini cukup melegahkan karena mengingat hal-hal seperti bisa menjadi celah yang sangat rentan untuk dimanfaatkan. Termasuk media social yang saya ikuti, tidak pernah saya masukkan tanggal lahir saya secara benar.

b.      Selalu waspada dalam memberikan informasi tentang diri.
Selalu waspada terhadap informasi tentang diri kita meskipun informasi yang kita berikan kelihatannya tidak terlalu berdampak besar terhadap masalah keamanan. Janganlah terlalu jujur dengan informasi yang akan kita berikan, misalnya tentang tempat lahir, nama orang tua, makanan favorit dan sebagainya.

c.       Memberikan informasi palsu saat menjawab pertanyaan keamanan.
Security question adalah pertanyaan yang biasa ditanyakan untuk memberikan gambaran terkait password kita, jawaban dari pertanyaan tersebut sebaiknya tidak perlu dijawab sesuai kebenarannya tapi cukup berikan jawabannya berbeda alias berbohong. Namun kita harus tetap mengingat jawaban yang kita berikan meskipun berbohong.

d.      Abaikan Permintaan via email untuk mengganti password. 
Pada perusahaan tertentu password diganti setiap bulan dengan pemberitahuan 1 sampai dua minggu sebelum masa pakai berakhir, penggantian password bisa menjadi celah bagi hacker untuk membuat semacam link yang bisa mengarahkan user kepada alamat yang bisa mengcapture data kita saat melakukan penggantian. Jika ada pemberitahuan terkait penggantian password maka sebaiknya diabaikan saja dan jangan mengklik link apapun dalam isi email tersebut. Hubungi pihak terkait jika anda ragu atau curiga akan hal tersebut. Untuk email yang disiapkan oleh provider yang sifatnya global sebaiknya abaikan sama sekali, bila perlu sampai benar-benar tidak bisa berfungsi sama sekali barulah menghubungi si  admin.

e.      Cek aktivitas dari Account kita. 
Misalnya pastikan bahwa setiap aktivitas yang terjadi atau melalui email adalah kita yang melakukannya, pastikan tidak ada aktivitas yang tidak dilakukan oleh kita.

f.        Gunakan password yang bervariasi. 
Jangan menggunakan satu password untuk beberapa account. Buatlah variasi password yang terdiri atas karakter-karakter yang kuat dan susah ditebak.

7.    Kesimpulan
   
   Social Engineering adalah hacker yang lebih menggunakan interaksi sosial dari pada menggunakan jaringan komputer untuk mendapat informasi yang ia inginkan, dengan berpura – pura menjadi bagian dari korban social engineering berusaha mendapat informasi penting dengan berbagai cara yang halus seperti berpura – pura menjadi pelanggan tetap suatu informasi lalu berdalih kehilangan usernama dan password. Dengan demikian keamanan pada suatu sistem menjadi rentan bahkan tidak berguna lagi. Oleh karena itu perlu adanya suatu prosedur di sebuah instansi yang memberikan edukasi kepada para karyawannya akan bahaya dari social engineering ini dengan menetapkan beberapa aturan/standar resmi mengenai keamanan informasi agar dapat dipatuhi oleh setiap orang untuk terjaga data pada sistem dari ancaman hacker (Social Engineering).

Komentar